Analisis Kelembagaan Dan Produktivitas Usahatani Padi Pada Sistem Irigasi “SUBAK” (Studi di Subak Sungsang, Ds Tibubiyu, Kab. Tabanan, Bali)… (71)


Sektor pertanian sampai saat ini masih memegang peranan penting di dalam menunjang perekonomian nasional. Hal ini disebabkan sebagian besar masyarakat Indonesia bekerja dan hidup dari sektor pertanian, sehingga perekonomian Indonesia masih sangat tergantung pada kemajuan sektor pertanian. Ketangguhan di sektor pertanian akan tetap merupakan faktor yang sangat penting dalam periode tinggal landas mengingat peranannya, sebagai penyedia pangan dan bahan baku industri, pendorong pencipta lapangan kerja pedesaan dan devisa negara.
Sektor pertanian juga mempunyai peranan penting dalam mengentaskan kemiskinan. 

Pembangunan pertanian berkaitan secara langsung maupun tidak langsung dengan upaya peningkatan kesejahteraan petani dan upaya menanggulangi kemiskinan khususnya di daerah pedesaan. Subak yang sedang direntangkan saat ini telah membawa banyak perubahan terhadap struktur perekonomian negara, di mana sektor-sektor pertanian mengalami kemajuan yang cukup berarti yang mengarah pada keseimbangan dengan sektor pertanian.

Tujuan penelitian
1. Untuk mengetahui cara / sistem pengelolaan Subak dilihat dari Struktur organisasi, fungsi dan sangsi yang diberikan bagi anggota Subak.
2. Untuk mengetahui aspek sosial perkembangan kelembagaan Subak.
3. Untuk mengetahui perkembangan produktivitas usahatani padi pada tahun 1995-2004 dengan adanya sistem irigasi Subak.

Metode Penelitian
Penelitian dilakukan di Subak Sungsang desa Tibubiyu, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali. 

Penentuan daerah penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Tabanan mempunyai Subak terbanyak dan Museum Subak terletak di Kabupaten ini pula. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode untuk ketua kelompok yang berarti data yang digunakan di dalam penelitian ini berasal dari satu ketua kelompok yang sudah berkompeten di bidangnya. Jumlah responden yang diambil sebanyak pengurus yang ada pada Subak setempat.

Metode Pengumpulan Data
Untuk menjawab masalah dan tujuan penelitian ini, maka diperlukan adanya data-data yang dianggap relevan. 

Dalam penelitian ini, menggunakan dua macam data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari petani melalui wawancara berdasarkan daftar pertanyaan yang sebelumnya telah disiapkan.
Data sekunder diperoleh dari berbagai instansi-instansi yang berhubungan dengan penelitian yang sedang dilaksanakan dan dipandang relevan. Data sekunder ini dipakai sebagai pendukung data primer. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif untuk menggambarkan Subak dan kelembagaannya, serta produktivitas usahatani padi pada tahun yang telah ditentukan.
Menurut Winarno Surachmad (1998), penelitian deskriptif ini menentukan dan menafsirkan data yang ada dan pelaksanaan metode deskriptif tidak terbatas pada penggunaan data saja, tetapi meliputi analisa data dan interpretasi data tersebut. 
Metode Analisa Data
Untuk mengetahui cara / sistem pengelolaan Subak dilihat dari struktur organisasi, fungsi dan sangsi yang diberikan bagi anggota subak menggunakan metode analisa data secara deskriptif kualitatif.
Untuk mengetahui aspek sosial perkembangan kelembagaan subak menggunakan metode analisa data secara deskriptif kualitatif.
Data sekunder yang diperoleh merupakan data time series periode tahun 1995-2004. Dari data tersebut kemudian dianalisa lebih lanjut dengan analisa trend. Analisa trend dilakukan untuk melihat trend dari trend produktivitas usahatani padi dari tahun ke tahun. 
Dengan demikian akan diperoleh gambaran seberapa besar trend (kecenderungan) dan laju pertumbuhan variabel yang dianalisa.

Selanjutnya hasil analisa trend ini digunakan untuk estimasi perkembangan produktivitas di masa yang akan datang.
Hasil dari penelitian ini adalah:
1. Perkembangan volume produksi dengan menggunakan analisis trend analisis (time series) diperoleh persamaan sebagai berikut: Y = 6,2 + 0,113636 x. 

Dari persamaan ini diperoleh koefisien (b) sebesar 0,113636 x, yang berarti trendnya menunjukkan adanya penurunan maupun peningkatan volume produksi sebesar 0,113636 ton per tahun.
Berdasarkan fungsi trend tersebut maka pada tahun 2006 volume produksi padi diproyeksikan naik menjadi 0,335165 ton.
2. Perkembangan produktivitas padi dengan menggunakan analisa trend analisis (time series) diperoleh persamaan sebagai berikut: Y = 2,626E-02 + 4,53E-04 x. 
Dari persamaan tersebut diperoleh koefisien (b) sebesar 0,0000453 x. yang berarti trendnya menunjukkan adanya penurunan maupun peningkatan produktivitas padi sebesar 0,0000453 ton/ha per tahun.
Berdasarkan fungsi trend tersebut maka pada tahun 2006 volume produktivitas padi diproyeksikan akan mengalami peningkatan menjadi 0,000139 ton/ha.

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: