“Analisa Perbandingan Pendapatan Petani Kedelai Anggota APKKI dan Non-Anggota APKKI” (Studi Kasus di Kecamatan Pilang Kenceng Kab Madiun)…(94)


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan besarnya biaya, produksi, penerimaan dan pendapatan yang diperoleh petani anggota APKKI dan non-anggota APKKI. Apakah pendapatan yang diperoleh petani anggota APKKI lebih besar daripada petani non-anggota APKKI.
Penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive) di wilayah Kecamatan Pilang Kenceng Kabupaten Madiun dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut mempunyai luas areal tanaman kedelai yang paling luas dan jumlah kelompok tani yang menanam paling banyak diantara kecamatan lainnya se-Kabupaten Madiun. 

 Metode penentuan sampel yang digunakan adalah cluster sampling karena sampel diambil dari pengelompokan-pengelompokan sejumlah 35 kelompok tani. Responden yang diambil mewakili kelompoknya yaitu untuk responden petani anggota APKKI adalah ketua kelompok tani tersebut, sedangkan responden petani non-anggota APKKI diambil 35 responden anggota kelompok tani yang mewakili non-anggota APKKI.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya total (TC) yang dikeluarkan untuk usaha tani kedelai oleh petani anggota APKKI sebesar Rp. 3.484.554,3/hektar yang terdiri dari benih sebesar Rp. 266.686, Pupuk Organik Majemuk (POM) sebesar Rp 609.440, pestisida sebesar Rp. 231.000, tenaga kerja sebesar Rp. 1.377.428,57 dan untuk sewa tanah sebesar Rp. 1.000.000. 

Sedangkan untuk petani non-anggota APKKI harus mengeluarkan rata-rata biaya total (TC) sebesar Rp. 3.479.417,1/hektar yang terdiri dari benih sebesar Rp. 169.486, Pupuk Organik Majemuk (POM) sebesar Rp. 591.474,3, pestisida sebesar Rp. 183.171,4 tenaga kerja sebesar Rp. 1.535.285,71 dan sewa lahan sebesar Rp. 1.000.000.
Produksi rata-rata yang diperoleh petani anggota APKKI sebanyak 2035,34 kg/hektar dengan penerimaan rata-ratanya sebesar Rp. 6.106.028,57 sedangkan petani non-anggota APKKI memperoleh rata-rata produksi hanya sebanyak 1514 kg/hektar dengan penerimaan rata-rata hanya sebesar Rp. 4.239.200.
Dari rata-rata biaya total dan rata-rata penerimaan per hektar petani anggota APKKI diperoleh rata-rata pendapatan sebesar Rp. 2.621.474,3 sedangkan petani non-anggota APKKI diperoleh rata-rata pendapatan sebesar Rp. 759.782,86. Hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji t diperoleh nilai t hitung sebesar 4,918 dengan taraf kepercayaan 5% diperoleh t tabel sebesar 1,676. 
Bararti nilai t hitung > t tabel sehingga H 1 diterima, diperoleh kesimpulan bahwa tingkat pendapatan petani anggota APKKI lebih besar daripada petani non-anggota APKKI.

Kendala dan alasan yang di ungkapkan oleh keseluruhan petani baik anggota APKKI maupun non-anggota APPKI di Kecamatan Pilang Kenceng Kabupaten Madiun ini adalah modal. Faktor modal yang menentukan mereka dalam memilih benih yang akan mereka tanam.

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: