“Motivasi Petani Menabung Di Bank” (Studi Kasus Petani Penabung di BRI Unit Truko Cabang Kendal) … (24)

Normal
0

MicrosoftInternetExplorer4

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;}

Pendirian
lembaga keuangan di pedesaan merupakan implementasi dari dikeluarkannya
kebijakan perbankan yang dikenal dengan Pakto 27 tahun 1988 yang bertujuan
dalam  pengerahan dana masyarakat melalui
pengadaan kemudahan pembukaan kantor cabang bank di berbagai daerah khususnya
di pedesaan. Hal tersebut mendorong sebagian petani di pedesaan untuk
meggunakan jasa perbankan dalam mengamankan sebagian uangnya. Untuk itu
penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui karakteristik petani yang
menabung di BRI Unit Truko Cabang Kendal; (2) Untuk mengetahui pengaruh faktor
sosial ekonomi petani terhadap motivasi petani dalam menabung; (3) Untuk
mengetahui bagaimana hubungan status sosial dan komoditas yang ditanam petani
dengan motivasi petani dalam menabung; (4) Untuk mengetahui bagaimana hubungan
bunga, hadiah dan pelayanan bank dengan motivasi petani dalam menabung.

Penelitian ini dilaksanakan di BRI Unit Truko Cabang
Kendal. Data primer diperoleh dari responden petani yang melakukan transaksi
penabungan/penarikan tabungan di bank. Metode sampling yang dilakukan adalah accidental sampling dengan mewawancarai
nasabah petani yang ditemui di tempat penelitian sebanyak 40 orang. Data di
analisis dengan analisa deskriptif, metode analisis regresi linear berganda dan
analisis Chi Kuadrat.
Hasil penelitian menunjukkan
karakteristik petani yang menabung di bank sebagai berikut: (1) Memiliki
pendapatan rata-rata kurang dari Rp. 2.000.000,-/musim; (2)  Komoditas yang ditanam meliputi tembakau,
bawang merah, padi, dan jagung; (3) Memiliki luas lahan  rata-rata 0,26 – 1,25 Ha; (4) Memiliki
pendidikan rata-rata SD; (5) Berusia rata-rata 44 – 54 tahun;  (6) Memiliki jumlah tanggungan keluarga
rata-rata lebih dari 5 jiwa; (7) Memiliki pengalaman usahatani rata-rata lebih
dari 27 tahun; (8) Rata-rata merupakan warga biasa; (9) Rata-rata memiliki
motivasi menabung sedang berkisar antara 41 – 60 %. 
Faktor sosial ekonomi yang
mempengaruhi motivasi menabung adalah pendapatan petani dan pendidikan petani,
makin tinggi pendapatan dan pendidikan seorang petani semakin tinggi pula
motivasinya untuk menabung. Faktor-faktor yang berhubungan dengan motivasi
menabung petani hanya pelayanan dari bank, bunga dan hadiah yang diberikan bank
dan faktor sosial ekonomi status sosial dan komoditas yang ditanam  tidak berhubungan dengan motivasi petani
dalam menabung. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi pihak bank
terutama dalam segmentasi nasabah petani dalam usaha memasarkan produk
perbankan.
Untuk mendapatkan file lengkap dalam bentuk MS-Word, (bukan pdf) silahkan klik Cara Mendapatkan File
atau klik disini
  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: